Halo, para pemburu jersey dan pejuang originality! Di tengah gempuran tren bloke-core, sekarang banyak banget orang yang mendadak jualan jersey. Masalahnya, nggak semua yang klaim “Original” itu beneran barang resmi dari pabrik apparel. Ada yang ngakunya “Original Reject”, “Grade Ori”, sampai “BNWT” tapi harganya nggak masuk akal.
Sebagai kolektor, apalagi kalau kamu berencana buat investasi, bisa ngebedain mana yang asli dan mana yang tiruan itu adalah skill wajib. Nggak mau kan, udah bayar jutaan, eh pas dicek ternyata barang buatan pabrik antah-berantah?
Tenang, di artikel ini kita bakal bedah tuntas “kitab suci” membedakan jersey original dan bootleg. Siapkan jersey kalian, kita mulai investigasinya!
Ini adalah langkah pertama dan paling valid. Setiap jersey original yang diproduksi oleh brand besar (Nike, Adidas, Puma, dll.) punya kode produk unik (Style Code).
Nike: Biasanya ada di label kecil (tag) di bagian dalam leher atau di samping baju. Kodenya berupa kombinasi 6 angka dan 3 angka (contoh: 123456-123).
Adidas: Ada di tag kecil di area leher atau jahitan samping dalam, berupa 6 digit kombinasi huruf dan angka (contoh: AJ1234).
Cara Ceknya: Masukin kode itu ke Google Search. Kalau yang muncul di Google Images adalah jersey yang sama persis dengan yang kamu pegang, berarti aman. Kalau yang muncul malah kaos kaki, sepatu, atau bahkan nggak ada hasil, fix itu KW!
Barang bootleg biasanya kalah di detail yang sangat kecil. Coba perhatiin logo klub dan logo apparel-nya.
Jersey Original: Logo klub biasanya sangat presisi. Kalau bordiran, jahitan rapi banget, nggak ada benang sisa. Kalau model heat-press (Player Issue), bahannya halus, tajam, dan nempel sempurna.
Jersey Bootleg: Seringkali ada benang yang “nyambung” antar huruf di logo apparel. Bentuk logo klub kadang agak peyang, warnanya sedikit beda, atau detail kecil di dalam logo klub jadi blur/nggak jelas.
Ini butuh jam terbang buat ngerasainnya, tapi bedanya nyata banget.
Original: Bahan dry-fit original itu ringan dan punya pori-pori udara yang teratur. Kalau itu tipe Player Issue, teksturnya biasanya lebih kompleks (ada pola rajutan khusus buat sirkulasi udara). Baunya juga khas, bau baju baru pabrikan, bukan bau bahan kimia menyengat.
Bootleg: Bahannya seringkali terasa lebih berat atau justru terlalu tipis yang ringkih. Pori-porinya kadang cuma motif, nggak beneran berfungsi buat sirkulasi udara. Kalau dipake keringatan, biasanya malah kerasa panas dan gatal.
Coba cek bagian bawah jersey (biasanya di pojok kiri atau kanan depan).
Nike: Punya Authentic Tag warna perak (Fans Version) atau emas (Player Version). Di sana ada nomor seri unik yang setiap baju beda-beda. Di barang KW, nomor seri ini seringkali sama buat ribuan baju.
Adidas: Ada teknologi seperti Authentic Licensed Product dengan hologram kecil. Hologram asli bakal berkilau rapi, sedangkan yang KW biasanya cuma stiker kusam yang gampang lepas.
Jangan cuma liat luar, liat dalemnya juga! Di bagian dalam samping jersey, ada label instruksi cuci yang bertumpuk-tumpuk.
Jersey Ori: Tulisan di labelnya rapi, jelas, dan menggunakan berbagai bahasa dengan font yang konsisten. Jahitan labelnya juga kuat dan presisi.
Jersey KW: Biasanya cuma ada satu atau dua lembar label. Tulisannya seringkali agak buram, ada typo (salah ketik), atau bahannya kerasa kayak plastik kaku yang kasar.
Hukum alam sepak bola: Kualitas ada harganya.
Kalau ada yang nawarin jersey klub top musim terbaru (misal Real Madrid atau Manchester City) dengan label “Original BNWT” tapi harganya cuma Rp 150.000 – Rp 250.000, mending kamu langsung lari! Harga retail jersey original Fans Version itu sekarang di angka Rp 1,1 juta – Rp 1,3 juta, sedangkan Player Version bisa Rp 2 juta ke atas.
Boleh aja cari barang sale, tapi diskon resmi pun jarang banget nyentuh angka di bawah Rp 500.000 buat barang baru.
Original: Tag gantung (hang tag) punya informasi yang sesuai dengan kode produk di dalam baju. Barcode-nya bisa di-scan. Plastik pembungkusnya biasanya punya logo brand resmi dan lubang udara.
Bootleg: Tag gantungnya seringkali universal (satu tag buat semua jenis jersey). Plastiknya polosan atau cuma tulisan “Zipbag” tanpa branding yang jelas.
Jadi kolektor jersey itu emang harus cerewet soal detail. Membeli barang original bukan cuma soal gaya, tapi soal menghargai karya klub dan brand, serta investasi jangka panjang. Jersey original bakal punya harga jual kembali (resell value) yang tinggi kalau dirawat dengan baik, sementara barang KW nilainya bakal nol begitu kamu keluar dari toko.
Ingat rumus utamanya: Cek Kode Produk -> Cek Detail Logo -> Cek Harga. Kalau salah satu dari tiga itu mencurigakan, mending urungkan niatmu daripada nyesel belakangan.
| Fitur | Jersey Original | Jersey Bootleg (KW) |
| Kode Produk | Tembus di Google | Nggak tembus / Beda barang |
| Logo Apparel | Sangat rapi, tanpa benang sisa | Sering ada benang nyambung |
| Harga | Rp 1jt++ (Musim Baru) | Rp 100rb – 300rb |
| Authentic Tag | Nomor seri unik tiap baju | Nomor seri sama masal |
| Washing Tag | Berlapis-lapis, rapi | Tipis, cuma 1-2 lembar |
No products in the cart
Return to shopAmbil Promonya Sekarang Juga
Don't Show Again
Ya, Saya Mau!