Mengenal Berbagai Jenis Kerah Jersey: Dari V-Neck Hingga Polo Klasik. Mana Favoritmu?

Mengenal Berbagai Jenis Kerah Jersey: Dari V-Neck Hingga Polo Klasik. Mana Favoritmu?

Halo, para pencinta aesthetic lapangan hijau dan kolektor yang hobi milih jersey berdasarkan kenyamanan leher! Kalau kita ngomongin jersey, biasanya yang pertama dibahas adalah warna, motif, atau sponsornya. Tapi, sadar nggak sih kalau kerah itu punya pengaruh besar banget ke vibe keseluruhan jersey tersebut?

Kerah bukan cuma lubang buat masukin kepala, bro. Kerah itu soal identitas. Ada kerah yang bikin pemain kelihatan kayak gladiator, ada yang bikin kelihatan kayak bangsawan, sampai yang bikin kelihatan santai kayak mau ke pantai. Di era Blokecore sekarang, jenis kerah bahkan menentukan apakah jersey itu cocok dipakai kondangan atau cuma buat keringatan di lapangan futsal.

Yuk, kita bedah tuntas jenis-jenis kerah jersey yang pernah menghiasi sejarah sepak bola!


1. V-Neck: Si Minimalis yang Tak Lekang Oleh Waktu

Kita mulai dari yang paling umum: V-Neck. Bentuknya menyerupai huruf “V” dan biasanya nggak punya daun kerah.

  • Vibe: Sporty, modern, dan fungsional.

  • Kenapa Ikonik? V-Neck adalah favorit para pemain yang nggak suka ribet. Kerah jenis ini ngasih ruang gerak lebih buat leher dan nggak gampang bikin gerah.

  • Contoh Ikonik: Hampir semua jersey Nike di era 2010-an awal banyak pakai V-Neck yang tajam. V-Neck juga sering dikombinasikan dengan warna kontras di pinggirannya (rib) buat ngasih kesan tegas.


2. Polo Klasik (With Collar): Elegan dan Berkelas

Ini dia juaranya kalau kita ngomongin jersey yang bisa dipakai buat acara semi-formal. Kerah Polo punya daun kerah dan biasanya dilengkapi dengan kancing (placket).

  • Vibe: Vintage, berkelas, dan “Smart”.

  • Kenapa Ikonik? Inget Eric Cantona di Manchester United? Dia terkenal banget karena sering naikin daun kerah polonya (popped collar). Itu langsung jadi simbol pemberontakan dan kepercayaan diri.

  • Kelebihan: Jersey berkerah polo otomatis naikin level kegantengan kamu pas nongkrong. Sayangnya, buat sebagian pemain, kerah ini kadang kerasa agak berat atau “nyangkut” pas lagi lari kencang.


3. Crew Neck (Round Neck): Klasik Tanpa Basa-Basi

Ini adalah kerah bulat biasa, mirip kayak kaos oblong (T-shirt) pada umumnya.

  • Vibe: Kasual, simpel, dan “Old School”.

  • Sejarah: Di era 50-an sampai 70-an, hampir semua jersey pake kerah bulat. Sekarang, Crew Neck sering dipakai buat jersey yang pengen nonjolin kesan retro minimalis.

  • Contoh Ikonik: Jersey timnas Brasil biasanya setia sama kerah bulat warna hijau yang kontras dengan warna kuning bajunya. Simple but deadly.


4. Mandarin Collar (Grandad Collar): Si Unik Tanpa Daun

Kerah Mandarin itu bentuknya berdiri (tegak) tapi nggak punya daun yang bisa ditekuk. Biasanya ada satu atau dua kancing di bagian depan.

  • Vibe: Futuristik, rapi, tapi tetep santai.

  • Kenapa Hits? Kerah ini sempat populer banget beberapa musim lalu karena ngasih kesan yang berbeda. Nggak seformal Polo, tapi nggak se-biasa Crew Neck.

  • Contoh Ikonik: Adidas sering banget pake model ini buat jersey-jersey elit mereka (Real Madrid atau Bayern Munchen) buat ngasih kesan eksklusif.


5. Crew Neck dengan Aksen “V”: Persilangan Jenius

Beberapa desainer kadang bingung mau pake V-Neck atau Round Neck, akhirnya mereka gabungin! Hasilnya adalah kerah bulat tapi punya potongan sedikit “V” di bagian depan bawah.

  • Fungsi: Secara estetika kelihatan bulat, tapi secara kenyamanan dapet longgarnya V-Neck.

  • Vibe: Modern banget. Ini sering disebut sebagai overlap collar.


6. Kerah Bertali (Lace-up Collar): Romantisme Masa Lalu

Kalau kamu liat jersey dari tahun 1900-an awal atau edisi anniversary klub, biasanya ada tali di bagian kerahnya, mirip kayak tali sepatu.

  • Vibe: Sangat retro dan bersejarah.

  • Kenyataan: Sekarang kerah ini cuma buat gaya atau edisi kolektor. Nggak mungkin pemain zaman sekarang pake tali gitu pas tanding, bisa-bisa ketarik lawan atau ribet pas lepas baju selebrasi!


Mengapa Jenis Kerah Itu Penting?

Selain soal gaya, pemilihan kerah juga berkaitan dengan psikologi pemain dan target pasar.

  1. Kenyamanan Atlet: Pemain yang punya leher pendek biasanya benci kerah Polo karena bikin sesak. Sebaliknya, pemain yang badannya tegap suka kerah Polo karena bikin postur mereka makin kelihatan gagah.

  2. Fashion (Lifestyle): Klub sekarang tahu kalau jersey itu dipake buat jalan-jalan ke mall. Kerah yang modis bikin orang yang “nggak bola banget” tetep mau beli jersey karena emang bagus buat outfit.


Kesimpulan: Kerah Adalah Penentu Karakter

Jadi, setiap kali kamu mau beli jersey, coba deh perhatiin kerahnya. Apakah kamu tipe orang yang suka gaya bebas V-Neck, atau kamu lebih suka tampil rapi ala bangsawan dengan Polo klasik?

Nggak ada yang salah dengan pilihan kerah, karena setiap jenis punya cerita dan sejarahnya masing-masing di dunia sepak bola. Yang penting, pastiin kerah itu nyaman di leher kamu dan nggak bikin kamu ngerasa kegerahan pas lagi dukung tim jagoan!

Shopping cart

No products in the cart

Return to shop
Promo Cutting & Press Pundi Warna Kreasi

Ambil Promonya Sekarang Juga

Promo Don't Show Again Ya, Saya Mau!
Chat WhatsApp
WhatsApp