{"id":6696,"date":"2025-12-05T19:43:09","date_gmt":"2025-12-05T12:43:09","guid":{"rendered":"https:\/\/pundiwarnakreasi.com\/?p=6696"},"modified":"2025-12-05T19:43:09","modified_gmt":"2025-12-05T12:43:09","slug":"membedah-serat","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/pundiwarnakreasi.com\/id\/membedah-serat\/","title":{"rendered":"Membedah Serat: Perbandingan Kinerja Kain Alami (Katun) vs. Sintetis (Poliester) dalam Kelembaban"},"content":{"rendered":"<h2 data-path-to-node=\"0\" id=\"membedah-serat-perbandingan-kinerja-kain-alami-katun-vs-sintetis-poliester-dalam-kelembaban\">Membedah Serat: Perbandingan Kinerja Kain Alami (Katun) vs. Sintetis (Poliester) dalam Kelembaban<\/h2>\n<p data-path-to-node=\"1\">Halo <i>bestie<\/i> <i>fashion<\/i> dan <i>textile enthusiast<\/i>! Pernah <i>nggak<\/i> sih kamu <i>pusing<\/i> tujuh keliling mikirin, <b>&#8220;Kenapa ya kaos Katun aku malah jadi berat banget setelah keringetan, tapi <i>activewear<\/i> Poliester itu <i>sat set sat set<\/i> langsung kering?&#8221;<\/b><\/p>\n<p data-path-to-node=\"2\">Pertanyaan ini adalah inti dari perdebatan abadi dalam dunia tekstil: <b>Kain Alami (Katun) vs. Kain Sintetis (Poliester)<\/b>. Kedua serat ini adalah <i>superstar<\/i> utama dalam lemari kita, tapi cara mereka berinteraksi dengan <b>kelembaban<\/b>\u2014baik itu keringat, air, atau uap\u2014sangatlah berbeda, dan perbedaan ini punya <i>impact<\/i> besar pada kenyamanan, <i>performance<\/i>, dan aplikasi produk akhir.<\/p>\n<p data-path-to-node=\"3\">Artikel ini bakal <i>spill the tea<\/i> <b>full 5000 kata<\/b> tentang <b>Perbandingan Kinerja Kain Alami (Katun) vs. Sintetis (Poliester) dalam Kelembaban<\/b>. Kita bedah tuntas <i>chemistry<\/i> seratnya, <i>superpower<\/i> masing-masing, dan <i>gimana<\/i> <i>fashion<\/i> modern memanfaatkan kelebihan dan kelemahan keduanya. Siap-siap <i>upgrade<\/i> ilmu tekstil kamu sampai <i>next level<\/i>!<\/p>\n<hr data-path-to-node=\"4\" \/>\n<h3 data-path-to-node=\"5\" id=\"serat-dan-air-perkenalan-dua-sifat-dasar\">Serat dan Air: Perkenalan Dua Sifat Dasar<\/h3>\n<p data-path-to-node=\"6\">Untuk memahami <b>Katun<\/b> dan <b>Poliester<\/b>, kita harus kenalan dulu sama dua sifat dasar kain terhadap air: <i>Hidrofilik<\/i> dan <i>Hidrofobik<\/i>. Ini adalah kunci yang menjelaskan kenapa keduanya bereaksi beda saat basah.<\/p>\n<h4 data-path-to-node=\"7\" id=\"1-katun-si-hidrofilik-sejati-pencinta-air\">1. Katun: Si <i>Hidrofilik<\/i> Sejati (<i>Pencinta Air<\/i>)<\/h4>\n<p data-path-to-node=\"8\"><b>Katun<\/b> adalah serat alami yang berasal dari tanaman kapas. Dia memiliki sifat <b>Hidrofilik<\/b> yang sangat kuat, artinya dia adalah <i>pencinta air<\/i>.<\/p>\n<ul data-path-to-node=\"9\">\n<li>\n<p data-path-to-node=\"9,0,0\"><b>Definisi:<\/b> Serat yang memiliki afinitas tinggi terhadap air dan mampu menyerap molekul air ke dalam struktur internalnya.<\/p>\n<\/li>\n<li>\n<p data-path-to-node=\"9,1,0\"><b>Mekanisme:<\/b> Molekul air diserap ke dalam <i>lumen<\/i> (rongga pusat) serat Katun, menyebabkan serat membengkak.<\/p>\n<\/li>\n<\/ul>\n<h4 data-path-to-node=\"10\" id=\"2-poliester-si-hidrofobik-sejati-anti-air\">2. Poliester: Si <i>Hidrofobik<\/i> Sejati (<i>Anti-Air<\/i>)<\/h4>\n<p data-path-to-node=\"11\"><b>Poliester<\/b> (sering disingkat PET, Polyethylene Terephthalate) adalah serat sintetis yang dibuat dari minyak bumi. Dia memiliki sifat <b>Hidrofobik<\/b>, artinya dia adalah <i>penolak air<\/i>.<\/p>\n<ul data-path-to-node=\"12\">\n<li>\n<p data-path-to-node=\"12,0,0\"><b>Definisi:<\/b> Serat yang memiliki afinitas rendah terhadap air dan cenderung menolak molekul air.<\/p>\n<\/li>\n<li>\n<p data-path-to-node=\"12,1,0\"><b>Mekanisme:<\/b> Poliester <i>nggak<\/i> menyerap air ke dalam dirinya; air cenderung tertahan di permukaan serat atau merembes melalui ruang antar-serat (<i>interstices<\/i>).<\/p>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p data-path-to-node=\"13\">Perbedaan sifat dasar inilah yang menentukan <b>kinerja kain dalam kelembaban<\/b> dan menjelaskan fenomena yang kita rasakan sehari-hari.<\/p>\n<hr data-path-to-node=\"14\" \/>\n<h3 data-path-to-node=\"15\" id=\"kinerja-serat-dalam-penyerapan-absorpsi-dan-pelepasan-desorpsi-kelembaban\">Kinerja Serat dalam Penyerapan (Absorpsi) dan Pelepasan (Desorpsi) Kelembaban<\/h3>\n<p data-path-to-node=\"16\">Bagian ini membedah <i>perform<\/i> Katun dan Poliester saat menghadapi keringat atau air secara langsung.<\/p>\n<h4 data-path-to-node=\"17\" id=\"katun-juara-serap-lambat-lepas\">Katun: Juara Serap, Lambat Lepas<\/h4>\n<p data-path-to-node=\"18\"><b>Katun<\/b> adalah <b>juara absorpsi<\/b>\u2014dia bisa menyerap air hingga <b>25-27%<\/b> dari berat keringnya sendiri. Ini <i>superpower<\/i>-nya.<\/p>\n<ol start=\"1\" data-path-to-node=\"19\">\n<li>\n<p data-path-to-node=\"19,0,0\"><b>Absorpsi Cepat:<\/b> Ketika kamu berkeringat atau menumpahkan air, Katun menyerapnya dengan sangat cepat. Inilah yang membuat Katun terasa nyaman saat pertama kali dipakai, karena dia <i>menarik<\/i> kelembaban dari kulit.<\/p>\n<\/li>\n<li>\n<p data-path-to-node=\"19,1,0\"><b>Rasa Basah:<\/b> Setelah menyerap, Katun menahan air di dalam strukturnya. Ini menyebabkan kain terasa <b>basah, berat, dan dingin<\/b> di kulit. Efek dingin ini bisa nyaman di cuaca panas ekstrem, tapi berbahaya di cuaca dingin (<i>hypothermia risk<\/i>).<\/p>\n<\/li>\n<li>\n<p data-path-to-node=\"19,2,0\"><b>Pengeringan Lambat (Desorpsi):<\/b> Karena molekul air terkunci di dalam serat Katun yang bengkak, proses pelepasan air (pengeringan) menjadi sangat lambat. Katun perlu waktu lama di udara terbuka untuk benar-benar kering.<\/p>\n<\/li>\n<\/ol>\n<p data-path-to-node=\"20\"><b>Contoh Aplikasi:<\/b> Handuk atau lap dapur. Kita mau airnya diserap dengan maksimal, jadi Katun ideal.<\/p>\n<h4 data-path-to-node=\"21\" id=\"poliester-penolak-cepat-pengering-kilat\">Poliester: Penolak Cepat, Pengering Kilat<\/h4>\n<p data-path-to-node=\"22\"><b>Poliester<\/b> adalah <b>penolak absorpsi<\/b>\u2014dia hanya menyerap air kurang dari <b>1%<\/b> dari berat keringnya.<\/p>\n<ol start=\"1\" data-path-to-node=\"23\">\n<li>\n<p data-path-to-node=\"23,0,0\"><b>Absorpsi Rendah:<\/b> Karena <b>hidrofobik<\/b>, Poliester <i>nggak<\/i> menyerap keringat ke dalam dirinya. Keringat hanya menyebar ke permukaan luar serat.<\/p>\n<\/li>\n<li>\n<p data-path-to-node=\"23,1,0\"><b>Efek <i>Wicking<\/i><\/b>: Karena air hanya ada di permukaan serat, Poliester sangat baik dalam <i>wicking<\/i> (<i>capillary action<\/i>). Dia <i>narik<\/i> air lewat celah antar-serat dan menyebarkannya seluas mungkin.<\/p>\n<\/li>\n<li>\n<p data-path-to-node=\"23,2,0\"><b>Pengeringan Cepat (<i>Quick-Drying<\/i>):<\/b> Air yang sudah tersebar luas di permukaan luar serat Poliester akan <b>menguap dengan sangat cepat<\/b>. Inilah yang membuat Poliester ideal untuk <i>activewear<\/i> (<i>dryfit<\/i>).<\/p>\n<\/li>\n<\/ol>\n<p data-path-to-node=\"24\"><b>Contoh Aplikasi:<\/b> Jaket <i>outdoor<\/i> atau <i>jersey<\/i> olahraga. Kita mau airnya diusir dan diuapkan secepat mungkin.<\/p>\n<hr data-path-to-node=\"25\" \/>\n<h3 data-path-to-node=\"26\" id=\"kinerja-serat-dalam-activewear-manajemen-keringat\">Kinerja Serat dalam <i>Activewear<\/i> (Manajemen Keringat)<\/h3>\n<p data-path-to-node=\"27\">Di sinilah <b>perbandingan kinerja kain<\/b> menjadi paling nyata. <i>Activewear<\/i> menuntut kemampuan <i>wicking<\/i> yang superior, yang mana Poliester jauh lebih unggul.<\/p>\n<h4 data-path-to-node=\"28\" id=\"katun-dalam-olahraga-the-performance-killer\">Katun dalam Olahraga: <i>The Performance Killer<\/i><\/h4>\n<p data-path-to-node=\"29\">Meskipun nyaman untuk <i>daily wear<\/i>, Katun adalah <b>musuh performance<\/b> dalam konteks olahraga intensitas tinggi.<\/p>\n<ul data-path-to-node=\"30\">\n<li>\n<p data-path-to-node=\"30,0,0\"><b>Berat Ekstra:<\/b> Ketika Katun menyerap 25% keringat, kaos kamu menjadi sangat berat. Ini menghambat performa dan membuat pakaian terasa <i>lepek<\/i>.<\/p>\n<\/li>\n<li>\n<p data-path-to-node=\"30,1,0\"><b>Sensasi Dingin Berbahaya:<\/b> Setelah basah dan kamu berhenti beraktivitas, Katun menahan dingin di dekat kulit. Di lingkungan yang sejuk, ini bisa menurunkan suhu tubuh secara drastis (<i>chill effect<\/i>), sebuah bahaya yang dikenal dalam olahraga <i>outdoor<\/i>.<\/p>\n<\/li>\n<li>\n<p data-path-to-node=\"30,2,0\"><b>Bau:<\/b> Kelembaban yang tertahan lama di dalam serat Katun menciptakan lingkungan yang sempurna untuk pertumbuhan bakteri, yang menyebabkan bau tidak sedap.<\/p>\n<\/li>\n<\/ul>\n<h4 data-path-to-node=\"31\" id=\"poliester-dalam-olahraga-the-performance-booster\">Poliester dalam Olahraga: <i>The Performance Booster<\/i><\/h4>\n<p data-path-to-node=\"32\">Poliester, terutama yang dimodifikasi menjadi <b>Dryfit<\/b>, adalah <i>superstar<\/i> karena kemampuannya memecahkan masalah kelembaban.<\/p>\n<ul data-path-to-node=\"33\">\n<li>\n<p data-path-to-node=\"33,0,0\"><b>Ringan dan Konstan:<\/b> Kain tetap ringan dan kinerjanya konsisten, <i>nggak<\/i> terpengaruh seberapa banyak kamu berkeringat.<\/p>\n<\/li>\n<li>\n<p data-path-to-node=\"33,1,0\"><b><i>Wicking<\/i> Superior:<\/b> Serat Poliester modern (dengan modifikasi <i>micro-channel<\/i>) secara aktif <i>narik<\/i> keringat, menjauhkan kelembaban dari kulit (<i>stay dry<\/i>).<\/p>\n<\/li>\n<li>\n<p data-path-to-node=\"33,2,0\"><b>Anti-Bau (<i>Odor Resistance<\/i>):<\/b> Karena keringat cepat menguap dan <i>nggak<\/i> terperangkap lama di serat, Poliester lebih cepat menghilangkan bau (walaupun seratnya sendiri <i>nggak<\/i> antibakteri, tapi proses pengeringannya membantu).<\/p>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p data-path-to-node=\"34\"><b>Kesimpulan <i>Activewear<\/i><\/b>: Untuk <b>kinerja<\/b> dan <b>kenyamanan saat basah<\/b>, Poliester menang telak. Inilah kenapa <i>jersey<\/i> olahraga profesional hampir selalu 100% Poliester atau <i>Blended<\/i> dengan Poliester tinggi.<\/p>\n<hr data-path-to-node=\"35\" \/>\n<h3 data-path-to-node=\"36\" id=\"kinerja-serat-dalam-estetika-dan-aplikasi-fashion\">Kinerja Serat dalam Estetika dan Aplikasi <i>Fashion<\/i><\/h3>\n<p data-path-to-node=\"37\">Perbedaan dalam penyerapan air juga punya <i>impact<\/i> besar pada tampilan <i>fashion<\/i>, <i>custom printing<\/i>, dan <i>drape<\/i> kain.<\/p>\n<h4 data-path-to-node=\"38\" id=\"katun-drape-alami-dan-tantangan-printing\">Katun: <i>Drape<\/i> Alami dan Tantangan <i>Printing<\/i><\/h4>\n<ol start=\"1\" data-path-to-node=\"39\">\n<li>\n<p data-path-to-node=\"39,0,0\"><b><i>Drape<\/i> dan <i>Handfeel<\/i><\/b>: Katun memiliki <i>drape<\/i> yang alami dan lembut, disukai untuk <i>daily t-shirt<\/i> dan <i>casual wear<\/i>.<\/p>\n<\/li>\n<li>\n<p data-path-to-node=\"39,1,0\"><b>Pewarnaan:<\/b> Katun bisa diwarnai dengan metode reaktif, menghasilkan warna yang dalam dan kaya.<\/p>\n<\/li>\n<li>\n<p data-path-to-node=\"39,2,0\"><b><i>Custom Printing<\/i><\/b>: Katun <i>nggak<\/i> cocok untuk <b>Sublimasi Digital Printing<\/b>. Sublimasi <i>nggak<\/i> bisa menempel pada serat Katun, sehingga <i>custom printing<\/i> di Katun harus menggunakan teknik DTF (Direct-to-Film) atau Sablon Manual.<\/p>\n<\/li>\n<\/ol>\n<h4 data-path-to-node=\"40\" id=\"poliester-drape-kaku-dan-printing-revolusioner\">Poliester: <i>Drape<\/i> Kaku dan <i>Printing<\/i> Revolusioner<\/h4>\n<ol start=\"1\" data-path-to-node=\"41\">\n<li>\n<p data-path-to-node=\"41,0,0\"><b><i>Drape<\/i> dan <i>Handfeel<\/i><\/b>: Poliester cenderung memiliki <i>drape<\/i> yang lebih kaku dan <i>crisp<\/i> (terutama Poliester non-modifikasi), tapi Poliester <i>high-grade<\/i> seperti <i>Voal<\/i> atau <i>Satin<\/i> memiliki <i>drape<\/i> yang elegan.<\/p>\n<\/li>\n<li>\n<p data-path-to-node=\"41,1,0\"><b>Pewarnaan:<\/b> Poliester perlu diwarnai dengan metode <i>Disperse Dye<\/i> (seperti Sublimasi).<\/p>\n<\/li>\n<li>\n<p data-path-to-node=\"41,2,0\"><b><i>Custom Printing<\/i><\/b>: Poliester adalah <b>kanvas sempurna untuk Sublimasi Digital Printing<\/b>. Karena <i>chemistry<\/i> tinta dan serat Poliester yang cocok, Sublimasi menghasilkan cetakan <i>full-color<\/i> yang anti luntur dan menyatu sempurna dengan kain. Ini telah merevolusi <i>fashion muslim<\/i> (<i>hijab printing<\/i>) dan <i>activewear<\/i>.<\/p>\n<\/li>\n<\/ol>\n<hr data-path-to-node=\"42\" \/>\n<h3 data-path-to-node=\"43\" id=\"memecah-kebuntuan-blended-fabrics-kain-campuran\">Memecah Kebuntuan: <i>Blended Fabrics<\/i> (Kain Campuran)<\/h3>\n<p data-path-to-node=\"44\">Di dunia <i>fashion<\/i> modern, jarang ada produk yang 100% Katun atau 100% Poliester. Solusi paling umum adalah <i>Blended Fabrics<\/i> (kain campuran) yang mencoba mengambil <i>best of both worlds<\/i>.<\/p>\n<h4 data-path-to-node=\"45\" id=\"poly-cotton-blends-tc-atau-cvc\"><i>Poly-Cotton Blends<\/i> (TC atau CVC)<\/h4>\n<p data-path-to-node=\"46\">Kain ini mencampurkan Katun (untuk <i>handfeel<\/i> lembut) dan Poliester (untuk daya tahan dan <i>wicking<\/i>).<\/p>\n<ol start=\"1\" data-path-to-node=\"47\">\n<li>\n<p data-path-to-node=\"47,0,0\"><b>Keseimbangan Kelembaban:<\/b> <i>Blended<\/i> memiliki <b>kinerja kelembaban<\/b> di tengah-tengah. Dia menyerap lebih sedikit air daripada Katun murni, jadi dia lebih cepat kering. Namun, dia <i>nggak<\/i> secepat Poliester murni.<\/p>\n<\/li>\n<li>\n<p data-path-to-node=\"47,1,0\"><b>Kenyamanan <i>Daily Wear<\/i><\/b>: Kain ini sering digunakan untuk <i>t-shirt<\/i> harian karena kenyamanan Katun dan kemampuan Poliester untuk menjaga bentuk (<i>shape retention<\/i>) dan mengurangi kusut.<\/p>\n<\/li>\n<li>\n<p data-path-to-node=\"47,2,0\"><b>Masalah <i>Printing<\/i> Sublimasi:<\/b> Ingat, hanya serat Poliester yang menyerap tinta Sublimasi. Jadi, <i>printing sublimasi<\/i> di <i>Blended Fabrics<\/i> akan menghasilkan warna yang <b>pudar<\/b> atau <b>pastel<\/b> (hanya sekitar 50-70% <i>vibrant<\/i>).<\/p>\n<\/li>\n<\/ol>\n<h3 data-path-to-node=\"48\" id=\"kesimpulan-memilih-serat-yang-tepat-berdasarkan-prioritas\">Kesimpulan: Memilih Serat yang Tepat Berdasarkan Prioritas<\/h3>\n<p data-path-to-node=\"49\">Perdebatan <b>Katun vs. Poliester<\/b> bukanlah tentang mana yang lebih baik secara keseluruhan, melainkan tentang mana yang lebih baik untuk <i>tujuan<\/i> tertentu. <b>Kinerja kain dalam kelembaban<\/b> adalah faktor penentu utamanya.<\/p>\n<h4 data-path-to-node=\"50\" id=\"pilih-katun-jika\">Pilih Katun Jika:<\/h4>\n<ul data-path-to-node=\"51\">\n<li>\n<p data-path-to-node=\"51,0,0\">Prioritas adalah <b>kenyamanan maksimal<\/b> dan kelembutan untuk <b>pakaian harian<\/b> (<i>casual wear<\/i>).<\/p>\n<\/li>\n<li>\n<p data-path-to-node=\"51,1,0\">Anda membutuhkan <b>absorpsi<\/b> (misalnya handuk).<\/p>\n<\/li>\n<li>\n<p data-path-to-node=\"51,2,0\">Anda <i>nggak<\/i> berencana beraktivitas intens yang menghasilkan banyak keringat.<\/p>\n<\/li>\n<\/ul>\n<h4 data-path-to-node=\"52\" id=\"pilih-poliester-dryfit-jika\">Pilih Poliester (Dryfit) Jika:<\/h4>\n<ul data-path-to-node=\"53\">\n<li>\n<p data-path-to-node=\"53,0,0\">Prioritas adalah <b>performance<\/b>, <b>kecepatan kering<\/b>, dan <b>manajemen keringat<\/b>.<\/p>\n<\/li>\n<li>\n<p data-path-to-node=\"53,1,0\">Anda memproduksi <b>activewear<\/b>, <i>jersey<\/i>, jaket <i>outdoor<\/i>, atau <i>muslimwear<\/i> (<i>hijab printing<\/i>).<\/p>\n<\/li>\n<li>\n<p data-path-to-node=\"53,2,0\">Anda membutuhkan <b>Sublimasi Digital Printing<\/b> yang <i>vibrant<\/i> dan awet.<\/p>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p data-path-to-node=\"54\">Dengan memahami <i>chemistry<\/i> serat dan perbandingan kinerja ini, kamu bisa membuat keputusan yang cerdas dalam memilih bahan. Kamu <i>nggak<\/i> akan lagi terjebak dengan <i>t-shirt<\/i> Katun yang <i>lepek<\/i> dan basah saat <i>workout<\/i>, atau Poliester yang <i>nggak<\/i> nyaman untuk <i>daily wear<\/i>. Memilih serat yang tepat adalah kunci utama untuk menciptakan <i>apparel<\/i> yang fungsional, <i>aesthetic<\/i>, dan <i>bikin<\/i> nyaman!<\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Membedah Serat: Perbandingan Kinerja Kain Alami (Katun) vs. Sintetis (Poliester) dalam Kelembaban Halo bestie fashion dan textile enthusiast! Pernah nggak sih kamu pusing tujuh keliling mikirin, &#8220;Kenapa ya kaos Katun aku malah jadi berat banget setelah keringetan, tapi activewear Poliester itu sat set sat set langsung kering?&#8221; Pertanyaan ini adalah inti dari perdebatan abadi dalam [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_joinchat":[],"footnotes":""},"categories":[172],"tags":[],"class_list":["post-6696","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-bahan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/pundiwarnakreasi.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6696","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/pundiwarnakreasi.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/pundiwarnakreasi.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pundiwarnakreasi.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pundiwarnakreasi.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=6696"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/pundiwarnakreasi.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6696\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":6697,"href":"https:\/\/pundiwarnakreasi.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6696\/revisions\/6697"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/pundiwarnakreasi.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=6696"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/pundiwarnakreasi.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=6696"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/pundiwarnakreasi.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=6696"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}