
Halo bestie olahraga dan fashion custom! Kalau kamu lagi hunting buat bikin jersey next level atau activewear yang super-nyaman, kamu pasti tahu kalau Dryfit adalah the real MVP. Tapi spill the tea dikit ya, dryfit itu nggak cuma satu jenis, lho. Ada banyak varian tekstur, dan vibe kenyamanannya beda-beda banget!
Tiga superstar yang paling sering bikin kita bingung dan menentukan adem atau nggak-nya sebuah jersey adalah Dryfit Jala Erbin, Dryfit, dan Dryfit Benzema. Mereka punya tekstur unik yang memengaruhi sirkulasi udara dan wicking effect-nya.
Artikel ini bakal ngebahas all-in Dryfit Jala Erbin hingga Benzema. Kita bedah tuntas duel tekstur kain dryfit ini. Mana yang paling adem? Mana yang paling aesthetic? Dan mana yang paling cocok buat jersey impian kamu di tengah cuaca Jakarta yang no debat panasnya? Siap-siap, karena setelah ini kamu auto-expert bahan kain!
Sebelum kita masuk ke battle royale tekstur, mari kita pahami dulu konsep dasar Dryfit. Inti dari Dryfit (yang merupakan polyester high-tech) adalah moisture-management. Dia bekerja sat set sat set memindahkan keringat dari kulit kamu ke permukaan kain, lalu menguapkannya dengan cepat.
Kain yang paling adem adalah kain yang memiliki sirkulasi udara terbaik dan kontak permukaan minimal dengan kulit. Dan inilah yang ditentukan oleh tekstur!

Kita mulai dari yang paling ekstrem dalam hal sirkulasi udara: Dryfit Jala Erbin.
Vibe dan Tekstur:
Dryfit Jala Erbin itu nggak main-main soal lubang udara. Teksturnya adalah jala (jaring) yang sangat jelas dan terstruktur, dengan lubang-lubang kecil yang terlihat.
Tekstur Open Knit: Ini adalah dryfit dengan pola tenun paling terbuka. Lubang jala-jalanya dirancang untuk memaksimalkan aliran udara.
Handfeel Ringan dan Dingin: Karena banyak lubang udara, kain ini terasa sangat ringan dan memberikan feel dingin saat kamu bergerak.
Superpower: Sirkulasi Udara No Debat
Paling Adem No Cap: Kalau ditanya mana yang paling adem, Dryfit Jala Erbin adalah pemenangnya. Lubang-lubang jalanya berfungsi sebagai ventilasi alami yang nggak ada tandingannya.
Cepat Kering: Karena permukaannya terbuka, proses penguapan keringat terjadi sangat cepat.
Ideal untuk High Intensity: Kain ini cocok banget buat olahraga high-intensity seperti basket, lari maraton, atau futsal yang menguras banyak keringat di cuaca panas.
Aplikasi dan Look:
Jala Erbin memberikan look yang sangat sporty dan fungsional. Tapi, hati-hati! Karena teksturnya yang terbuka, full-print Sublimasi bisa terlihat sedikit kurang detail dibandingkan kain yang lebih padat. Desain full-print di sini akan terlihat menyatu dengan efek jala.
Dryfit tanpa embel-embel nama spesifik (atau sering disebut Dryfit Bintik, Dryfit Jersey, atau Dryfit MU) adalah the all-rounder. Dia menyeimbangkan antara aesthetic dan fungsionalitas.
Vibe dan Tekstur:
Pola Bintik/Jarum: Teksturnya ditandai dengan pola bintik-bintik atau lubang jarum kecil yang teratur di seluruh permukaan kain. Lubangnya lebih kecil dan lebih padat daripada Jala Erbin.
Handfeel Seimbang: Kain ini memiliki ketebalan sedang (mid-weight) yang terasa lembut namun tetap kokoh.
Superpower: Keseimbangan Fungsionalitas
Ventilasi Oke: Dryfit ini memberikan keseimbangan terbaik antara sirkulasi udara yang baik dan look yang relatif padat. Dia adem dan nyaman untuk olahraga medium intensity hingga high intensity sehari-hari.
Kanvas Flexible Sublimasi: Karena pola lubangnya kecil dan rapat, dia masih menjadi kanvas yang baik untuk Sublimasi. Desain full-print kamu akan tampil detail dan warnanya pop out, sambil tetap memberikan sirkulasi udara.
Paling Populer: Ini adalah jenis dryfit yang paling sering kamu temui di pasaran karena fleksibilitasnya.
Nah, ini dia superstar yang paling sering dipake buat jersey impian dengan feel kualitas high-end. Dryfit Benzema fokus pada structure dan look yang elegan.
Vibe dan Tekstur:
Pola Garis/Stripes Halus: Ciri khas Dryfit Benzema adalah teksturnya yang memiliki alur atau garis-garis halus horizontal yang sangat teratur.
Handfeel Berstruktur: Kain ini terasa paling tebal, kokoh, dan “berisi” (body) di antara ketiganya. Dia punya drape (jatuh) yang paling bagus.
Superpower: Kenyamanan Berstruktur
Adem tapi Berkelas: Walaupun terasa paling tebal, Benzema tetap adem karena pola garis-garisnya membantu menciptakan saluran udara di antara kain dan kulit. Dia nggak se-ekstrem Jala Erbin, tapi jauh lebih nyaman daripada polyester biasa.
Look Premium: Benzema adalah pilihan auto-upgrade kalau look adalah prioritas. Pola garisnya menambah dimensi dan vibe mahal pada desain Sublimasi kamu. Cocok buat jersey esport atau seragam tim yang ingin tampil pro.
Tahan Bentuk: Karena body-nya yang kokoh, Benzema sangat tahan bentuk dan nggak gampang lepek, ideal untuk fashion item custom.
| Kriteria | Dryfit Jala Erbin | Dryfit (Bintik/MU) | Dryfit Benzema |
| Tekstur | Jala Terbuka, Lubang Jelas | Bintik/Jarum Rapat, Pola Kecil | Garis/Stripes Halus, Padat |
| Sirkulasi Udara | ⭐⭐⭐⭐⭐ (Paling Adem) | ⭐⭐⭐⭐ (Sangat Baik) | ⭐⭐⭐ (Baik, tapi Berstruktur) |
| Handfeel | Paling Ringan & Dingin | Seimbang, Lembut | Paling Kokoh & Berstruktur |
| Aesthetic Sublimasi | Functional Look, Motif Menyatu | Bersih, Detail, Vibrant | Premium, Bertekstur, Elegan |
| Ideal Untuk | Lari, Basket (High Heat) | Futsal, Latihan Harian, All-Rounder | Esport, Fashion, Seragam Tim Utama |
Kesimpulan Duel:
Juaranya Adem: Dryfit Jala Erbin menang mutlak karena teksturnya yang paling terbuka.
Juara Keseimbangan: Dryfit (Bintik/MU) menang sebagai all-rounder yang adem dan fleksibel.
Juara Aesthetic: Dryfit Benzema menang kalau look premium adalah goal utamamu.

Memahami duel tekstur kain dryfit ini penting banget. Kalau kamu nggak mau jersey kamu terasa panas saat mabar atau futsal, jangan kompromi di kualitas. Pilih Jala Erbin atau MU untuk fungsionalitas murni, atau Benzema untuk vibe premium.
Jersey impian kamu harus nggak cuma aesthetic dilihat, tapi juga adem dan nyaman dipakai! Sekarang udah expert kan? Go custom apparel kamu sekarang juga!
No products in the cart
Return to shopAmbil Promonya Sekarang Juga
Don't Show Again
Ya, Saya Mau!