Daftar Desainer Fashion Ternama yang Ternyata Pernah Merancang Jersey Bola: Ketika High-Fashion Turun ke Lapangan!

Daftar Desainer Fashion Ternama yang Ternyata Pernah Merancang Jersey Bola: Ketika High-Fashion Turun ke Lapangan!

Halo, para fashionista yang hobi offside dan para fans bola yang mendadak jadi pengamat OOTD! Selamat datang di era di mana jersey bola bukan lagi cuma sekadar seragam buat keringatan, tapi sudah jadi luxury item yang mejeng di lemari kaca.

Dulu, mungkin kita cuma kenal brand apparel olahraga kayak Adidas, Nike, atau Puma sebagai “penguasa” desain jersey. Tapi sekarang? Garis antara high-fashion dan sepak bola makin pudar. Para desainer kelas dunia yang biasanya ngerancang gaun buat Red Carpet atau koleksi Paris Fashion Week mulai turun gunung buat bikin jersey yang bikin kita bilang, “Gila, cakep banget!”

Kenapa ini terjadi? Karena sekarang ada tren yang namanya Bloke-core. Itu lho, gaya berpakaian pake jersey bola tapi tetep keliatan stylish dan mahal. Nah, siapa aja sih maestro fashion yang pernah “nyasar” (tapi sukses besar) di dunia desain jersey? Yuk, kita absen satu per satu!


1. Giorgio Armani (Tim Nasional Italia & Chelsea)

Kita mulai dari sang legenda, Giorgio Armani. Kalau denger nama Armani, pasti yang kepikiran adalah setelan jas mahal yang dipakai CEO atau aktor Hollywood. Tapi, Armani sebenarnya adalah salah satu pionir yang membawa estetika fashion ke sepak bola.

Pada tahun 2006, Armani dipercaya merancang seragam formal untuk timnas Italia. Tapi kolaborasi paling ikonik adalah saat dia merancang “seragam tempur” untuk Chelsea FC pada era 2000-an awal. Armani membawa kesan elegan yang nggak berlebihan. Dia membuktikan kalau biru Chelsea itu bisa keliatan sangat classy kalau disentuh oleh tangan yang tepat.


2. Yohji Yamamoto (Real Madrid)

Siapa yang nggak kenal Yohji Yamamoto? Desainer asal Jepang yang terkenal dengan gaya avant-garde dan serba hitamnya ini bikin geger dunia sepak bola saat berkolaborasi dengan Real Madrid melalui lini Y-3 (kolaborasinya dengan Adidas).

  • Jersey Naga (2014/15): Ingat jersey ketiga Real Madrid warna hitam dengan grafis naga yang legendaris itu? Itu karya Yamamoto! Naga melambangkan kejayaan dan kekuatan klub. Jersey ini langsung jadi buruan kolektor dan harganya sekarang selangit.

  • Koleksi Anniversary (2021/22): Yamamoto balik lagi buat ngerancang jersey spesial berwarna hitam dan pink buat ngerayain ulang tahun klub. Hasilnya? Minimalis tapi gahar banget!


3. Stella McCartney (Arsenal Women & Tim Britania Raya)

Putri dari legenda The Beatles, Paul McCartney, ini bukan cuma jago bikin tas ramah lingkungan, tapi juga jago bikin jersey yang edgy. Stella McCartney bekerja sama dengan Adidas untuk merancang jersey Arsenal Women.

Desainnya? Jauh dari kata membosankan. Stella berani mainin motif macan tutul (leopard print) dengan warna pastel yang tetap mencerminkan identitas Arsenal. Ini adalah langkah besar yang nunjukkin kalau jersey sepak bola wanita punya ruang kreatif yang lebih luas dan bisa tampil sangat modis.


4. Virgil Abloh / Off-White (Koleksi Khusus & Berbagai Klub)

Mendiang Virgil Abloh adalah sosok yang paling bertanggung jawab atas meledaknya tren streetwear di sepak bola. Lewat brand-nya, Off-White, Virgil ngerilis koleksi “Football, Mon Amour”.

Meskipun dia nggak selalu ngerancang jersey tanding resmi di liga, pengaruhnya luar biasa. Dia pernah bikin jersey khusus untuk komunitas sepak bola di Paris dan bahkan logo-logo khas Off-White sempat muncul di berbagai apparel latihan klub elit. Gaya Virgil yang bold dengan tipografi khasnya bikin jersey bola jadi barang hypebeast.


5. Hedi Slimane / Celine (Edisi Khusus)

Meskipun lebih jarang terekspos secara komersial luas, Hedi Slimane yang dikenal dengan gaya rock-and-roll dan potongan super skinny juga punya ketertarikan pada estetika atlet. Di bawah bendera Celine, dia beberapa kali merilis koleksi yang sangat terinspirasi dari siluet jersey vintage, membawa kembali tren jersey retro ke panggung fashion kelas atas.


6. NIGO (Tim Nasional Jepang)

Pendiri A Bathing Ape (BAPE) dan Direktur Artistik Kenzo saat ini, NIGO, pernah merancang jersey khusus untuk Timnas Jepang dalam rangka menyambut Piala Dunia 2022.

NIGO membawa sentuhan warna pink dan hijau pucat yang terinspirasi dari bunga sakura tradisional Jepang, tapi dengan vibes streetwear modern. Jersey ini nggak dipakai buat tanding resmi di Piala Dunia, tapi jadi koleksi lifestyle yang paling dicari fans Jepang di seluruh dunia.


7. Balenciaga (Koleksi Runway)

Oke, yang satu ini mungkin agak kontroversial. Demna Gvasalia dari Balenciaga pernah merilis jersey bola di panggung runway yang harganya bisa buat beli motor matic!

Jersey Balenciaga ini emang bukan buat klub spesifik (walaupun mereka pernah collab tipis-tipis sama Rennes), tapi mereka berhasil bikin “jersey bola” jadi tren high-fashion yang dipakai oleh selebriti dunia. Ini membuktikan kalau desain jersey punya kekuatan visual yang diakui oleh rumah mode paling elit sekalipun.


Kenapa Kolaborasi Ini Penting Banget?

Mungkin kalian nanya, “Kenapa sih desainer mahal ini mau repot-repot bikin jersey?” Jawabannya ada tiga hal:

  1. Ekspansi Pasar: Fans bola itu jutaan, bro! Kalau brand fashion bisa masuk ke sana, mereka dapet market baru.

  2. Kolektibilitas: Jersey desain khusus biasanya limited edition. Ini bikin harga merchandise klub naik dan jadi investasi.

  3. Identitas Urban: Sekarang orang mau pake jersey ke kafe, ke mal, atau bahkan ke acara kondangan (oke, ini mungkin ekstrem). Desain dari fashion designer bikin jersey “layak” dibawa ke mana aja.


Masa Depan Desain Jersey: Apa yang Harus Kita Tunggu?

Kedepannya, jangan kaget kalau kalian liat logo Louis Vuitton, Gucci, atau Prada nempel di jersey klub favorit kalian. Tren kolaborasi ini baru aja dimulai. Klub bola sekarang sudah bertransformasi menjadi brand lifestyle global.

Fun Fact: Jersey PSG x Jordan (walaupun Jordan itu brand olahraga) adalah pintu pembuka paling sukses yang nunjukkin kalau gaya basket, fashion jalanan, dan sepak bola bisa bersatu jadi satu produk yang laku keras.


Kesimpulan: Jersey adalah Kanvas Seni Baru

Jadi, buat kalian yang masih anggap jersey cuma sekadar kaos buat main bola di lapangan becek, pikir-pikir lagi deh. Di balik jahitan dan motifnya, mungkin ada tangan dingin desainer kelas dunia yang ngerancangnya dengan penuh filosofi.

Desain jersey sudah naik kelas. Ia bukan lagi cuma soal warna klub, tapi soal bagaimana klub tersebut merepresentasikan diri di mata dunia lewat estetika.

Gimana menurut kalian? Lebih suka jersey yang desainnya standar buatan apparel olahraga atau jersey hasil kolaborasi desainer papan atas? Yang jelas, siapin tabungan aja, karena makin keren desainnya, biasanya makin pedes harganya!

You might also like
Shopping cart

No products in the cart

Return to shop
Promo Cutting & Press Pundi Warna Kreasi

Ambil Promonya Sekarang Juga

Promo Don't Show Again Ya, Saya Mau!
Chat WhatsApp
WhatsApp