![]()
Halo, para pejuang cuan dan penggila bola! Pernah gak sih kalian diprotes pasangan atau orang tua karena hobi beli jersey original yang harganya bikin dompet “diet ketat”? Kalau iya, tenang. Artikel ini adalah shield alias perisai buat kalian. Mulai sekarang, kalian bisa bilang: “Ini bukan cuma hobi, ini investasi!”
Dunia investasi sekarang emang udah geser banget, sob. Kalau dulu orang cuma tahu emas, saham, atau tanah, sekarang barang-barang hobi kayak kartu Pokemon, sepatu sneakers, sampai jersey sepak bola udah masuk ke dalam kategori alternative assets. Dan percaya atau enggak, kenaikan harga jersey tertentu bisa jauh lebih tinggi daripada bunga deposito bank mana pun!
Penasaran gimana caranya selembar kain bisa jadi mesin uang? Mari kita bedah tuntas dunia investasi jersey ini. Gaspol!
Mungkin banyak yang skeptis, “Masa iya kaos bola bekas bisa mahal?” Jawabannya: Kelangkaan (Scarcity) + Cerita (Storytelling).
Sama kayak lukisan maestro, jersey adalah artefak sejarah. Jersey yang dipakai saat tim juara, jersey yang dipakai pemain legendaris di musim terakhirnya, atau jersey dengan desain yang dianggap “ikonik” tapi produksinya sedikit, bakal jadi buruan kolektor di masa depan. Di sinilah hukum ekonomi bekerja: permintaan tinggi, barang dikit, harga auto-meledak!
Desain adalah kunci utama. Ada jersey yang pas rilis dihujat karena desainnya aneh, tapi sepuluh tahun kemudian malah jadi barang langka yang harganya jutaan. Contoh paling legendaris adalah jersey “Bruised Banana” Arsenal tahun 1991-1993. Dulu dianggap norak, sekarang? Harganya bisa buat beli motor matic bekas kalau kondisinya Mint!
Jersey yang punya “cerita” di baliknya selalu punya nilai lebih. Jersey Manchester United tahun 1999 (saat Treble) atau jersey Argentina saat Messi angkat trofi Piala Dunia 2022 adalah contoh aset blue-chip. Pemain juga berpengaruh besar. Jersey rookie (musim pertama) atau jersey perpisahan pemain bintang biasanya bakal jadi investasi jangka panjang yang legit.
Enggak semua jersey bisa jadi cuan, ya. Jangan sampai salah beli. Berikut adalah kategori yang wajib kalian incar kalau tujuannya adalah investasi:
Ini adalah kasta tertinggi. Jersey yang benar-benar dipakai pemain di lapangan. Biasanya ada bekas rumput, keringat (yang sudah kering tentunya), dan detail teknis yang beda dari jersey yang dijual di toko. Harganya? Bisa puluhan sampai ratusan juta rupiah. Tapi hati-hati, sertifikat keaslian (COA) adalah wajib hukumnya di sini.
Ini adalah versi yang teknologinya sama persis dengan yang dipakai pemain, tapi dijual untuk umum. Biasanya punya logo yang dipres (bukan bordir) dan potongan yang lebih slim-fit. Nilai investasinya lebih tinggi daripada versi suporter (Stadium/Replica) karena detailnya yang lebih premium.
Jersey lawas dari tahun 80-an atau 90-an yang masih dalam kondisi bagus. Kolektor luar negeri sangat gila dengan jersey era ini. Semakin “berumur” dan semakin “mulus”, semakin mahal. Ingat, harus Original, bukan KW atau repro.
Oke, sekarang kita masuk ke strategi “trading”-nya. Gimana caranya biar kalian enggak boncos?
Kalau kalian beli jersey buat investasi jersey, usahakan kondisinya BNWT (Brand New With Tag). Jersey yang masih ada label harganya dan belum pernah dipakai (apalagi dicuci) punya nilai jual kembali 2-3 kali lipat lebih tinggi dibanding yang sudah pre-loved. Simpan di dalam plastik zip-lock, jauhkan dari sinar matahari langsung, dan jangan digantung biar bahannya enggak melar.
Nama di punggung itu pengaruh banget. Investasi Jersey dengan nama Zidane, Ronaldo (R9 maupun CR7), Messi, atau Beckham punya pasar yang abadi. Kalau kalian mau spekulasi, belilah jersey pemain muda yang lagi rising star. Kalau dia nanti jadi legenda, investasi jersey musim awalnya bakal dicari orang.
Kadang, ukuran yang terlalu kecil (S) atau terlalu besar (XXL) malah jadi langka di pasaran kolektor. Tapi paling aman sih di ukuran M atau L karena peminatnya paling banyak.
Mari kita lihat beberapa contoh nyata biar kalian makin semangat:
Jersey Argentina (Maradona 1986): Memang ini level lelang dunia, tapi jersey “Hand of God” terjual hampir Rp100 miliar lebih!
Jersey Klasik Klub Lokal: Jangan salah, jersey klub Liga Indonesia era 90-an atau awal 2000-an yang original sekarang harganya bisa tembus jutaan rupiah. Kolektor lokal sangat loyal, sob!
Jersey Kolaborasi: Kayak yang kita bahas sebelumnya, PSG x Jordan. Jersey edisi awal kolaborasi ini sekarang harganya sudah naik signifikan dibanding harga retail saat pertama rilis.
Semua investasi ada risikonya. Di dunia jersey, musuh utamanya adalah:
Barang KW yang Makin Mirip: Teknologi pemalsuan makin canggih. Kalian harus jeli liat art code di label dalam jersey. Selalu cek Google apakah kode itu sesuai dengan model jerseynya.
Kerusakan Bahan: Sponsor yang kelupas (cracking), kain yang berbulu (bobbles), atau logo yang pudar bisa menjatuhkan harga sampai 70%.
Tren yang Berubah: Kadang ada jersey yang lagi hype banget, tapi dua tahun kemudian orang udah lupa. Jadi, pilih yang benar-benar punya nilai sejarah atau desain yang timeless.
Investasi jersey itu asyik karena kalian bisa menikmati keindahannya sambil nunggu harganya naik. Ini bukan sekadar spekulasi, tapi soal apresiasi terhadap sejarah olahraga.
Tips terakhir dari saya: Beli apa yang kalian suka. Jadi, kalaupun harganya enggak naik-naik banget, kalian tetap senang karena investasi jersey itu ada di lemari kalian. Tapi kalau harganya tiba-tiba meledak? Ya itu bonus buat beli jersey baru lagi!
Gimana? Udah siap bongkar celengan buat beli jersey incaran? Atau jangan-jangan investasi jersey di lemari kalian sekarang sebenarnya udah bernilai jutaan? Coba cek lagi kodenya!
No products in the cart
Return to shopAmbil Promonya Sekarang Juga
Don't Show Again
Ya, Saya Mau!